PUNK YANG TAK PERNAH MATI
Hari ni belum jam 7 pagi q sudah bangun.Mengharapkan segelas kopi yang akan di siapkan oleh pacar q.Yup, hari ni q nginep di rumah pacar q.Sudah beberapa hari ini q ga pulang.banyak masalah yang q pikirkan bila berada di rumah.Ibu q marah-marah lah karena ulah q yang beliau katakan ada-ada saja, tapi dengan begini q merasa sangat bebas,sebebas burung yang terbang di langit.Tiap hari q hanya bisa diam di jalan ga pernah berguna bagi orang lain,tpi q ga pernah juga menyusahkan rang lain.
Beberapa hari berganti,daun-daun pohon singkong yang biasa q petik di depan rumah sudah layu karena hujan yang ga parenah turun di desa q.Sudah 1 bulan setelah q pergi dari rumah,tapi ga satu pun orang yang mencari q, mungkin mereka bahagia tanpa pengacau seperti q.ya sudahlah,ini mang jalan yang terbaik mungkin.akhirnya q menemukan perkumpulan yang bisa menerima q apa adanya ,seklimit anak manusia yang begitu bebas dengan rasa persaudaraan yang tinggi,sehingga semakin hari semakin betah q bersama mereka, tanpa rasa ragu q mulai ikuti gaya mereka bicara,berpakaian, dan semuanya yang serba bebas.perkumpulan tempat q ngumpul adalah perkumpulan anak-anak punk di kota q.setiap malam kami selali bernyanyi menentang kerasnya dunia yang slalu menindas kami yang di bawah,tak pernah memikirkan persaudaraan,tak pernah memikirkan nasib orang lain.Itu semua lah yang juga q pikirkan bila q pulang, ayah q adalah seorang pejabat di kota q ,semua orang mengira beliau adalah pejabat yangkoruptor seperti yang lainnya,padahal kejujuran nya sampe ga q duga. Memang ada pejabat yang korupsi tapi ga semua donk pejabat harus di kecam, seperti kami,mungkin pakaian dan tata cara kami bergaul dalam persaudaraan agak lain dari anak muda lain nya,tapi perasaan dan tanggung jawab kami sebagai anak tetap ada kepada orang tua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar